Di depan sebuah pintu aku terdiam. Aku seakan tidak punya tenaga untuk membuka pintu kamarku sendiri. Akhirnya aku hanya bisa bersandar di daun pintu kamarku. Aku kemudian mencoba mengingat kembali siapa diriku sebenarnya.
Aku adalah seorang mahasiswa yang telah melalui hampir semua jalan dalam kehidupan. Aku seorang aktivis kampus, kutu buku, seorang senior yang tidak beda dengan senior lainnya. Aku mengerti akan keadaan si kutu buku yang terus tertekan dengan semua tugas-tugas perkuliahan. Aku mengerti dengan keadaan si pujangga cinta yang terus mengarungi kisah percintaannya selama kuliah. Aku aktif dalam acara tawuran yang seakan menjadi rutinitas di kampusku. Aku mengerti dengan sang penegak hak mahasiswa yang terus berteriak tak kenal lelah demi turunnya biaya perkuliahan. Bahkan aku mengerti keadaan para mahasiswa yang merelakan kehormatannya demi mereka yang tak ingin ditinggalkan oleh yang mereka sayang.
Sedikit bercerita, aku adalah seorang mahasiswa yang benar-benar senior. Usiaku sekitar 24 tahun, tidak terlalu mengherankan untuk mahasiswa yang telah menjalani studi sekitar tiga belas semester. Akhir-akhir ini terasa mencekam, kredit-kredit masih banyak yang menunggu. Entah siapa yang salah, yang pasti bukan karena aku yang bodoh.
Selama di SMA, aku adalah the big ten dari sekolah non-unggulan. Aku cukup bangga dengan hal tersebut. Bahkan saat SD hingga SMP aku terus menjadi tiga besar di sekolahku. Salah satu yang menjadi kebanggaanku adalah keaktifanku dalam lomba-lomba selama sekolah. Akulah yang paling aktif selama proses belajar-mengajar. Namun sebuah ironi di dunia pendidikan, aku meraih juara yang lebih banyak ketika SMP saat peringkatku justru menurun. Aku menjadi juara pada lomba-lomba selama SMP. Dan yang termasuk hebat adalah saat UAN, aku lulus dengan peringkat terbaik di sekolahku.
Aku terus mencoba menggali masa laluku. Kubaringkan tubuhku yang lelah dikamarku. Sebuah kamar yang kujadikan pelindung hujan dan panas selama kuliah. Sambil tertawa kecil, aku berpikir betapa hebatnya prestasiku selama SD dan SMP.
Kehidupanku berubah saat memasuki SMA, aku mulai benar-benar merasakan ironi. Aku lolos dalam olimpiade sains biologi hingga tingkat provinsi dengan poin yang menjanjikan. Itu adalah prestasi tertinggi yang pernah kuraih. Aku juga telah mencapai tiga besar lomba pidato bahasa inggris tingkat provinsi dan lomba debat tingkat provinsi. Namun kenyataannya, keberhasilan prestisius itu tidak berguna bagi nilai-nilai mata pelajaran di sekolahku. Aku akhirnya hanya bermain dalam sepuluh besar selama SMA.
Aku terus aktif dalam kegiatan OSIS selama SMA. Tidak ada satu pun rapat dan sidang yang kulewatkan. Padahal posisiku hanyalah anggota seksi, tapi aku merasa bertanggung jawab untuk terus aktif dalam organisasiku. Di sinilah aku bertemu dengan pacar pertamaku yang tidak bisa kupertahankan.
Aku tertidur dalam lamunanku. Namun setelah dua jam dalam pulau mimpi, aku terbangun oleh alarm handphone yang terus berbunyi seakan ingin mengingatkan aku tentang kuliah sore ini. Kuliah yang berat karena diadakan pada jam tidur siangku. Tapi aku harus tetap mengendarai motorku ke kampus walaupun dalam keadaan malas. Di jalan, handphone dalam kemejaku berbunyi, sepertinya sebuah pesan singkat. Aku kemudian membaca sms yang ternyata dari pacarku sambil mengendarai motor. Katanya ada yang penting yang ingin dia katakan. Aku kemudian menancap gas motorku demi gadis yang telah berpacaran denganku sejak awal kuliah itu.
Aku tiba di kampus yang mulai sepi. Dalam kelas hanya ada pacarku dan sebagian temanku yang kutu buku. Kami mulai pembicaraan kami dengan sedikit berbisik, itu yang diminta pacarku. Dia mengatakan bahwa dia sudah telat menstruasi selama tiga bulan. Dunia seakan runtuh, aku terus memintanya untuk tidak bercanda mengenai hal yang seperti itu. Kemudian dia menunjukkan tes kehamilan dengan dua garis merah kepadaku. Sepertinya aku melakukan fertilisasi saat making love dengan pacarku. Kulalui kuliah sore ini dengan perasaan yang aneh. Padahal kami melakukan ML karena rasa sayang kami. Dia memberi segalanya agar aku tidak meninggalkannya. Tapi kenapa sepertinya ada hal yang menakutkan di hadapanku saat ini.
Aku pulang dengan segera saat mata kuliah membosankan itu selesai. Tidak seperti hari-hari lainnya, kali ini aku tidak pulang dengan pacarku. Aku butuh udara yang lebih banyak, dadaku sepertinya sesak dengan kejadian sebelum mata kuliah tadi. Aku melaju kencang entah ke mana, hatiku hanya ingin pergi jauh dari masalah baru ini. Tiba-tiba motorku menabrak mobil yang berlawanan arah. Semuanya pun mulai gelap.
Aku terbangun di rumah sakit. Di sampingku kananku ada pacarku, dan teman dekatku yang selalu menemaniku memukuli orang lain. Mereka adalah batu karang yang pemberani, seorang ksatria yang tidak takut apapun. Sejenak aku sadar bahwa di samping kiriku ada teman-temanku para aktivis kampus yang selalu menemaniku berteriak kepada birokrasi akan semua kebijakan mereka. Dan ada beberapa kutu buku yang biasa menemaniku belajar. Semuanya datang menjengukku.
Aku teringat kembali akan kebengisanku sebagai senior yang memukuli dan menindas juniorku serta orang-orang yang tidak kusukai. Aku dengan mudahnya memainkan peran sebagai puncak piramida kesenioritasan. Aku juga ingat saat kami membakar gedung kampus sebagai wujud protes kami terhadap birokrasi. Aku dengan bangganya mengatasnamakan penolakan terhadap penindasan terhadap tingkah kami yang menindas infrastruktur kampus. Aku bahkan berani menungkapkan rasa sayangku lewat nafsu. Aku yang seharusnya telah lulus sebagai wisudawan terbaik justru jatuh dalam lingkaran setan yang kubuat sendiri.
Aku berpikir seandainya semua bisa terulang. Seandainya aku tidak bertingkah sebagai senior yang gila hormat, mungkin saja sekarang aku telah mendapatkan pekerjaan yang membanggakan. Aku berpikir seandainya saja aku lebih menghormati pemimpin, mungkin saja sekarang aku telah menjadi salah seorang wisudawan terbaik di universitasku. Dan andai saja aku tidak lancang mengatasnamakan cinta untuk melampiaskan nafsuku, mungkin saja orang yang kusayangi tidak akan menangisi semuanya.
Penyesalan selalu datang belakangan. Banyak teman-teman kita yang merasakan hal yang lebih buruk lagi. Mereka terjerumus dalam gaya hidup kampus yang salah. Mereka bahkan menjadi pengedar, pembunuh, dan sebagainya. Aku yang kuceritakan mungkin saja bukan fiksi. Aku bahkan sudah banyak dalam kehidupan dan semoga tidak menjadi diri kita.
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Selasa, 08 Maret 2011
Cinta dan Waktu
Pada suatu ketika, terdapat sebuah pulau dimana tinggal di dalammnya semua perasaan: Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, dan yang lainnya, termasuk Cinta. Pada suatu hari diumumkan kepada para perasaan itu bahwa pulau akan tenggelam, maka semua harus dinaikkan ke dalam perahu dan pergi, kecuali Cinta. Cinta adalah satu-satunya yang tinggal. Cinta ingin tetap bertahan hingga pada kesempatan terakhir.
Ketika pulau itu sudah hampir tenggelam, Cinta memutuskan untuk meminta bantuan. Kesempurnaan sedang lewat di hadapan Cinta dengan Perahu yang bagus. Cinta berkata, "Kesempurnaan, bisakah kau membawaku bersamamu?" Kesempurnaan menjawab, "Tidak, terdapat benyak emas dan perak di dalam perahuku. Tidak ada lagi tempat untukmu."
Cinta memutuskan untuk meminta tolong kepada Kesombongan yang juga lewat depannya dengan menggunakan sebuah perahu yang indah. Cinta berkata, "Kesombongan, tolong bantulah aku! Aku tidak bisa membantumu, Cinta. Karena seluruh tubuhmu basah dan bisa jadi akan membuat perahuku rusak," jawab Kesombongan.
Kesedihan mendekat lalu Cinta memohon, "Kesedihan izinkan aku pergi bersamamu." Kesedihan berkata, "Oh... Cinta, aku turut bersedih tapi aku sedang membutuhkan diriku sendiri!" Kebahagiaan juga melintas di hadapan Cinta, akan tetapi dia sangat bahagia sehingga dia tidak mendengar panggilan Cinta.
Tiba-tiba ada sebuah suara, "Kemarilah Cinta, aku akan membawamu." Dia nampak lebih tua. Karena saking gembiranya, Cinta lupa bertanya kepada orang tua itu dari mana dia datang. Ketika mereka sampai di daratan, lelaki tua itu oergi dengan sendirinya. Menyadari betapa dia telah berhutang banyak kepada lelaki tua tersebut, cinta bertanya kepada Pengetahuan dan orang tua lain, "Siapakah yang telah menolongkui?" "Dia adalah Waktu," jawab Pengetahuan.
"Waktu?" Tanya Cinta, "Tapi kenapa Waktu mau menolongku?" Dengan penuh kebijaksanaan, Pengetahuan tersenyum lalu menjawab, "Karena hanya Waktu yang mampu memahami betapa berharganya Cinta."
Ketika pulau itu sudah hampir tenggelam, Cinta memutuskan untuk meminta bantuan. Kesempurnaan sedang lewat di hadapan Cinta dengan Perahu yang bagus. Cinta berkata, "Kesempurnaan, bisakah kau membawaku bersamamu?" Kesempurnaan menjawab, "Tidak, terdapat benyak emas dan perak di dalam perahuku. Tidak ada lagi tempat untukmu."
Cinta memutuskan untuk meminta tolong kepada Kesombongan yang juga lewat depannya dengan menggunakan sebuah perahu yang indah. Cinta berkata, "Kesombongan, tolong bantulah aku! Aku tidak bisa membantumu, Cinta. Karena seluruh tubuhmu basah dan bisa jadi akan membuat perahuku rusak," jawab Kesombongan.
Kesedihan mendekat lalu Cinta memohon, "Kesedihan izinkan aku pergi bersamamu." Kesedihan berkata, "Oh... Cinta, aku turut bersedih tapi aku sedang membutuhkan diriku sendiri!" Kebahagiaan juga melintas di hadapan Cinta, akan tetapi dia sangat bahagia sehingga dia tidak mendengar panggilan Cinta.
Tiba-tiba ada sebuah suara, "Kemarilah Cinta, aku akan membawamu." Dia nampak lebih tua. Karena saking gembiranya, Cinta lupa bertanya kepada orang tua itu dari mana dia datang. Ketika mereka sampai di daratan, lelaki tua itu oergi dengan sendirinya. Menyadari betapa dia telah berhutang banyak kepada lelaki tua tersebut, cinta bertanya kepada Pengetahuan dan orang tua lain, "Siapakah yang telah menolongkui?" "Dia adalah Waktu," jawab Pengetahuan.
"Waktu?" Tanya Cinta, "Tapi kenapa Waktu mau menolongku?" Dengan penuh kebijaksanaan, Pengetahuan tersenyum lalu menjawab, "Karena hanya Waktu yang mampu memahami betapa berharganya Cinta."
Kamis, 03 Februari 2011
KISAH NYATA: Anak dan Ibu
Konon pada jaman dahulu, di Jepang ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan.
Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya.
Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang.
Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan.
Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil.
Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.
"Bu, kita sudah sampai", kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya.
Si ibu, dengan tatapan penuh kasih berkata:
"Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus.
Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.
Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan".
Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak.
Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis.
Dia membawa kembali ibunya pulang, dan, merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.
Mungkin cerita di atas hanya dongeng............
Tapi di jaman sekarang, tak sedikit kita jumpai kejadian yang mirip cerita di atas.
Banyak manula yang terabaikan, entah karena anak-anaknya sibuk bisnis dll.
Orang tua terpinggirkan, dan hidup kesepian hingga ajal tiba. kadang hanya dimasukkan panti jompo, dan ditengok jikalau ada waktu saja.
Kiranya cerita diatas bisa membuka mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua dan manula.
Mereka justru butuh perhatian lebih dari kita, di saat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha kuasa.
Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, membekali kita hingga menjadi seperti sekarang ini.
Sumber: Bagi Info
Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya.
Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang.
Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan.
Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil.
Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.
"Bu, kita sudah sampai", kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya.
Si ibu, dengan tatapan penuh kasih berkata:
"Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus.
Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.
Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan".
Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak.
Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis.
Dia membawa kembali ibunya pulang, dan, merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.
Mungkin cerita di atas hanya dongeng............
Tapi di jaman sekarang, tak sedikit kita jumpai kejadian yang mirip cerita di atas.
Banyak manula yang terabaikan, entah karena anak-anaknya sibuk bisnis dll.
Orang tua terpinggirkan, dan hidup kesepian hingga ajal tiba. kadang hanya dimasukkan panti jompo, dan ditengok jikalau ada waktu saja.
Kiranya cerita diatas bisa membuka mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua dan manula.
Mereka justru butuh perhatian lebih dari kita, di saat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha kuasa.
Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, membekali kita hingga menjadi seperti sekarang ini.
Sumber: Bagi Info
Rabu, 17 November 2010
25 tanda orang yang jatuh cinta sama kamu...
1. slalu ingin tahu kmana n apa yg sdang kamu llakukan stiap harinya
2. Nelpon n tyuz-tyuzan sms.
3. Ngirim sms sepele keak, "med malam!" or med bubu!"
4. Tau kbiasaan kamu.
5. Always wanna spend his/her time with you.
6. Slalu datang tiap anda butuh, mulai dari hal spele mpe hal yg bner2 sulid!
7. Ingad hari ultah anda n ngucapin slamad <brusaha jadi yg prtama, kalo gak diundang ke pesta yah... ngucapin pertama cukup buat dia>
8. Slalu ingad momen2, n smua waktu yg klean lalui brsama.
9. Ingad apa yang prnah kamu ucapkan padanya!
10. Yang kamu suka adlh yg da suka, gitupun dgn yg loe benci.
11. Jadi yg pling repot jika kamu sakid, mulai daaari nanya kabar, jenguk, mpe jagain kamu!!! <not too sweet> bahkan walaupun itu sakid kecil keak pucing or luka dikit!
12. Gampang pinjamkan uangnya (baca: traktir) dgn alasan apapun, n ngomong, "gak apa..." etc.
13. Kadang da sgat mjengkelkn n memalukn kamu d hdapn teman2 kamu krn ulah norakx, misalnya menulis kata “I Love You!” di tmbok.
14. Da bertindak dgn ksh syg lbih dari CODARA.
15. Pada saad kamu akan ujian, da akan tyuz menyemangati kamu! n pas sblum ujian, da akn sms or nelpon n say, "smangad!" or apalah biar kamu smangad!
16 Da akan nyimpan sms muw <biarpun smsnya dah expired!> n jadikan foto muw sbagai wallpapernya!
17. Kadang da akan gugup dpn kmu!
18. Tp da akan mrasa nyaman dkad muw!
19. Da snang dgn tman yg anda snangi...
20. Da akan mnasehati kalo ada yang slah dari muw!
21. Kalo kamu GAK suka ma dia, da akan mundur perlahan walau PERIH, tapi da akan snang slama kamu trliad snang! <walau perih>
22. Da akan jadi guru yg paling sbar mngajari kamu! biar pun kamu yang paliiing bodo sedunia!
23. Da akan membrikan brang terspesialnya walaupun itu gak berharga2 banget sih buat anda!
24. Da akan tyuz mnunggu muw utk kmbli mnerimanya kalo kamu prnah mnolak cintanya... kamu yg paling brarti bginya!
25. Org yg cinta m kamu g bisa mngetahui alasan knp da cinta kamu... <terlalu bnyak alasan, atau mank cinta doank! I dunno...>
2. Nelpon n tyuz-tyuzan sms.
3. Ngirim sms sepele keak, "med malam!" or med bubu!"
4. Tau kbiasaan kamu.
5. Always wanna spend his/her time with you.
6. Slalu datang tiap anda butuh, mulai dari hal spele mpe hal yg bner2 sulid!
7. Ingad hari ultah anda n ngucapin slamad <brusaha jadi yg prtama, kalo gak diundang ke pesta yah... ngucapin pertama cukup buat dia>
8. Slalu ingad momen2, n smua waktu yg klean lalui brsama.
9. Ingad apa yang prnah kamu ucapkan padanya!
10. Yang kamu suka adlh yg da suka, gitupun dgn yg loe benci.
11. Jadi yg pling repot jika kamu sakid, mulai daaari nanya kabar, jenguk, mpe jagain kamu!!! <not too sweet> bahkan walaupun itu sakid kecil keak pucing or luka dikit!
12. Gampang pinjamkan uangnya (baca: traktir) dgn alasan apapun, n ngomong, "gak apa..." etc.
13. Kadang da sgat mjengkelkn n memalukn kamu d hdapn teman2 kamu krn ulah norakx, misalnya menulis kata “I Love You!” di tmbok.
14. Da bertindak dgn ksh syg lbih dari CODARA.
15. Pada saad kamu akan ujian, da akan tyuz menyemangati kamu! n pas sblum ujian, da akn sms or nelpon n say, "smangad!" or apalah biar kamu smangad!
16 Da akan nyimpan sms muw <biarpun smsnya dah expired!> n jadikan foto muw sbagai wallpapernya!
17. Kadang da akan gugup dpn kmu!
18. Tp da akan mrasa nyaman dkad muw!
19. Da snang dgn tman yg anda snangi...
20. Da akan mnasehati kalo ada yang slah dari muw!
21. Kalo kamu GAK suka ma dia, da akan mundur perlahan walau PERIH, tapi da akan snang slama kamu trliad snang! <walau perih>
22. Da akan jadi guru yg paling sbar mngajari kamu! biar pun kamu yang paliiing bodo sedunia!
23. Da akan membrikan brang terspesialnya walaupun itu gak berharga2 banget sih buat anda!
24. Da akan tyuz mnunggu muw utk kmbli mnerimanya kalo kamu prnah mnolak cintanya... kamu yg paling brarti bginya!
25. Org yg cinta m kamu g bisa mngetahui alasan knp da cinta kamu... <terlalu bnyak alasan, atau mank cinta doank! I dunno...>
Langganan:
Postingan (Atom)